Gw sayang sama dia, tp gw suka sama lo.
Tanya kenapa? Tanya kepada siapa? Siapa yg harus bertanggung jawab? Perasaan yang mana yg harus dipertahankan? Kenapa banyak pertimbangan n keraguan pada keduanya? Haruskah gw memilih salah 1 diantara mereka? Salahkah gw karena mempunyai kedua perasaan ini? Apa yg harus gw lakukan? Mungkinkah gw memikirkan keduanya dan bersandar pada keduanya? Kenapa gw bisa punya pikiran sejahat itu? Kapan gw akan dapat jawaban atas kepastian perasaan gw? Sampai kapan gw akan terus terjebak? Siapa yang nantinya akan terluka? Gw, lo, dia atau kita bertiga? Kenapa harus seperti ini? Kenapa gw merasa nyaman didekat lo berdua? Kenapa lo berdua punya perasaan lebih ma gw dan berharap pada gw? Kenapa lo berdua bertolak belakang dan mau menunggu gw? Kenapa lo berdua akhir-akhir ini selalu ada dipikiran gw? Kenapa hari-hari gw harus diisi sama lo berdua? Kenapa harus lo berdua? Kenapa ga orang lain????! Kenapa gw harus ada dipersimpangan jalan seperti ini? Gw lebih pantas untuk siapa? Siapa yg lebih gw cintai? Apa gw harus mengorbankan rasa sayang gw untuk org yg gw suka? Bagaimana jika org yg gw suka, nanti juga mengorbankan perasaan sukanya kepada gw untuk berpaling kpd org yg dia sayang? Mungkinkah ini semua terjadi tanpa penyesalan? Bagaimana kalo ternyata gw salah? Bagaimana jika nantinya mereka berdua pergi meninggalkan gw karena kebodohan gw? Kenapa mereka berdua sama2 punya kekurangan yg tdk bsa gw toleransi? Gw harus pilih siapa? Hati gw memilih apa dan siapa? Bagaimana jika hati gw bertanya 'siapa yang lebih mencintai gw dan bisa membahagiakan gw nantinya'? Dan bagaimana jika perasaan gw bertanya 'siapa yg gw lebih cinta dan yg ingin gw bahagiakan'? Kenapa gw bisa se-frontal ngepost ini di blog? Bagaimana jika gw ga mau merasakan kedua perasaan ini? Apa yg akan terjadi klo gw tdk memilih keduanya? Apa yg terjadi juga kalo salah satu diantara mereka pergi jauh dari gw? Akankah gw merasa sedih dan kehilangan? Kenapa kalian berdua penting bagi gw? Maukah kalian berdua memaafkan gw atas perasaan gw? Tidakkah kalian tau bahwa sulit bagi gw untuk suka ataupun sayang kepada seseorang? Tdk tahukah kalian kalo gw sangat selektif dalam memilih pendamping? Tidak tahukan kalian bahwa gw orang yang serius dan tidak suka have fun dlm hal pacaran? Tidak tahukah kalian bahwa gw sebenernya ga mau punya perasaan ini? Mengertikah kalian berdua akan gw??????! Mengertikah kalian????! Kenapa gw harus pake kata 'kalian'? Kenapa?????!!!!!!!!!!!!!!! Kenapa gw jahat dan gw maruk seakan-akan gw memaksakan diri untuk memiliki kalian berdua? Kenapa gw gak bisa dewasa dalam berpikir dan menentukan? Kenapa?????????????????!!!! Bisakah lo atau dia bantu gw? Kenapa gw bisa gatau diri minta bantuan mereka; cuma untuk membuat gw lebih mengerti diri gw sendiri dan apa yg gw inginkan? Siapa yg akan mengeluarkan gw dari perasaan ini? Kpd siapa gw harus berhutang budi nantinya? Kenapa beribu-ribu pertanyaan terus-menerus muncul dibenak gw tanpa ada habisnya? Pertanyaan mana yg harus dijawab duluan?
Monday, December 26, 2011
Monday, November 7, 2011
Puisi dalam Intuisi
Ku disini
Kau disana
Mataku tak menatap matamu, begitu juga dengan matamu
Tanganku tak dpt menggenggammu, begitu juga dgn tanganmu
Namun,
Hari silih berganti, meninggalkan sejuta kenangan kita, yang dibawa oleh angin dan hanyut dalam tetesan air mataku yang turun
Dalam kesendirian, ku menikmati bayangmu
Dan ku rindu sosok serta peranmu yang sebenarnya
Anganmu jauh, auramu tak terbayang, senyummu tak tercium
Kau sosok yang mengagumkan, tetapi tajam hingga saraf-sarafku menegang
Ku tertusuk durimu, hingga ku lenyapkan separuh jiwaku dan kembali padaNya
Ku takkan pernah kembali dalam pikiranmu
Sentuhanmu pun rindu pada kulitku
Indra ku tak berfungsi, mereka membutuhkanmu
Ku disini
Kau disana
Kau berubah, ku berubah
Aku membangun, dan kau diam
Kau membisu, dan aku mendengarkan kicauan wajahmu
Tak bermaksud untuk bercanda, namun tak marah bila ditertawakan
Ku persembahkan puisi ini untukmu yang jauh dari kesempurnaan
Dariku........yang sedang mencari kesempurnaan dalam dirimu
Kau disana
Mataku tak menatap matamu, begitu juga dengan matamu
Tanganku tak dpt menggenggammu, begitu juga dgn tanganmu
Namun,
Hari silih berganti, meninggalkan sejuta kenangan kita, yang dibawa oleh angin dan hanyut dalam tetesan air mataku yang turun
Dalam kesendirian, ku menikmati bayangmu
Dan ku rindu sosok serta peranmu yang sebenarnya
Anganmu jauh, auramu tak terbayang, senyummu tak tercium
Kau sosok yang mengagumkan, tetapi tajam hingga saraf-sarafku menegang
Ku tertusuk durimu, hingga ku lenyapkan separuh jiwaku dan kembali padaNya
Ku takkan pernah kembali dalam pikiranmu
Sentuhanmu pun rindu pada kulitku
Indra ku tak berfungsi, mereka membutuhkanmu
Ku disini
Kau disana
Kau berubah, ku berubah
Aku membangun, dan kau diam
Kau membisu, dan aku mendengarkan kicauan wajahmu
Tak bermaksud untuk bercanda, namun tak marah bila ditertawakan
Ku persembahkan puisi ini untukmu yang jauh dari kesempurnaan
Dariku........yang sedang mencari kesempurnaan dalam dirimu
Labels:
cinta,
galau,
jarak,
kesempurnaan,
kesendirian,
puisi
Sunday, October 30, 2011
My First Kiss is My Wedding Kiss
Well.... I love my topic because it tells about me ☺ Honestly, I can't wait. That must be the most beautiful thing and incredible moment for me, besides I want to give it to my husband. However, that's hard to keep it bcoz nowadays so many temptations try do destroy my principle. Either the situation or condition, sometimes they support my moment when I'm with him. Moreover, they encourage me to do it, but....until now I keep it hardly, strongly and with self-commitment. Yes, usually I do have the chance to ask him, "Please, kiss me", or sometimes the moment speaks it silently between us and we do understand the signal. Unfortunately, I missed the chance, I let it go, and I didn't use it. I'm afraid of losing, sin, and other guilty feelings.
Imagining myself with a white gown dress, walking elegantly toward the people with my dad beside me at the church, and holding my dad's hand. Meanwhile, I'm waiting for my prince charming to come to me and my dad, and after that, my dad let me to go with him for the rest of my life. There's no reason for me to be dirty at that time. In a holy moment which only come once in my lifetime, I won't let my past (bad memories) distract my mind. Kissing is now a trend, but for me it's not the right time to do it. What I called "first kiss" is when my husband and me standing in front of the people, we're at church, hugging each other and at that time I'll whisper on him...., "Please, kiss me".
To survive is hard, to make it works, is not as easy as I write in here. But I believe in God, currently I'm walking in His beautiful plan. Now I'm 18 going on 19, my journey is still long and I hope will keep my promise stronger day by day until the day of my wedding come. Moreover, no one can take it from me. A good guy who loves me, doesn't take my privacy and value. He respects me like he does to his mom. Thus, he will also keep my promise and help me to make my commitment real, till our moment comes. A guy who loves me also keep my body away from evil temptation, so he will keep it clean, for me and for him.
Until now.................. I'm still struggling with my principle! I don't care what people say about me, whether they'll see me as people who they're talking about, hate me, or other things. This is my life, and I play my own games. This is my rules, and you better run your life.
Imagining myself with a white gown dress, walking elegantly toward the people with my dad beside me at the church, and holding my dad's hand. Meanwhile, I'm waiting for my prince charming to come to me and my dad, and after that, my dad let me to go with him for the rest of my life. There's no reason for me to be dirty at that time. In a holy moment which only come once in my lifetime, I won't let my past (bad memories) distract my mind. Kissing is now a trend, but for me it's not the right time to do it. What I called "first kiss" is when my husband and me standing in front of the people, we're at church, hugging each other and at that time I'll whisper on him...., "Please, kiss me".
To survive is hard, to make it works, is not as easy as I write in here. But I believe in God, currently I'm walking in His beautiful plan. Now I'm 18 going on 19, my journey is still long and I hope will keep my promise stronger day by day until the day of my wedding come. Moreover, no one can take it from me. A good guy who loves me, doesn't take my privacy and value. He respects me like he does to his mom. Thus, he will also keep my promise and help me to make my commitment real, till our moment comes. A guy who loves me also keep my body away from evil temptation, so he will keep it clean, for me and for him.
Until now.................. I'm still struggling with my principle! I don't care what people say about me, whether they'll see me as people who they're talking about, hate me, or other things. This is my life, and I play my own games. This is my rules, and you better run your life.
XOXO,
Irene
Thursday, October 27, 2011
Puisi untuk Bapaku di Sorga
Untuk: Allah Bapaku didalam Sorga
Allah Bapaku...
Setiap detik Kau memandangku, tapi ku tidak bisa memandangMu..
Ku rindu kerahimanMu,
Ku rindu bersamaMu,
Ku rindu pelukanMu
Dan ku rindu Bapa ku yang memberikan kasih paling sempurna di dunia ini..
Setiap waktu Kau memikirkanku, tapi jarang ku memikirkanMu dan datang padaMu..
Terima kasih untuk kasihMu
Terima kasih untuk kerinduanMu bersamaku
Terima kasih untuk pembelaanMu dalam hidupku
Dan terima kasih, untuk penciptaanku yang begitu ajaib.
Bapa........
Mengapa Kau memilihku untuk datang ke dunia?
Pantaskah aku menjadi serupa denganMu?
Pantaskah aku memanggil namaMu dan memohon padaMu?
Pantaskah aku menjadi anakMu?.........
Bapa,
KasihMu sepanjang masa
Terima kasih telah menjadi orang tua ku
Terima kasih telah menjadi teman2ku
Terima kasih telah menjadi dosenku
Dan terima kasih telah menjadi Ayah terbaikku
Bapa,
Aku merasa sendirian, aku merasa berbeda
Namun ku tahu, Engkau bersamaku dan menghiburku
Aku merasa dikucilkan, aku lemah.
Namun ku tahu, Engkau menguatkanku dan menemakiku
Aku merasa kotor, aku tak pantas menatap wajahMu
Namun ku tahu, Engkau mengampuniku dan menganggapku sebagai sahabatMu.
Mengapa Kau lakukan ini padaku, Bapa?
Se-berharga itu kah aku dimataMu?
Aku hanya sebutir pasir dikakiMu, tapi mengapa Engkau bersedia untuk mengubah hidupku?
Biarkan semua makhluk didunia ini menyembahMu, ya Bapa.....
Biarkan mereka mengagungkanMu....
Biarkan mereka semua bersujud dihadapanMu
Semua suku, bangsa, keturunan, agama, jiwa, pribadi dan semua orang.....
Hanya Kau yang patut disembah.
Bapa, karyaMu nyata dalam hidupku.
Terima kasih karena Engkau mau mati demi aku, sahabatMu.
Maafkan aku Bapa, aku pengecut.
Aku tak berani menyerahkan nyawaku bagi sahabat2ku, bahkan terkadang untuk berkorban saja aku sulit....
Tapi Bapa......
Ajari aku.... Ajari aku untuk lebih mengenalMu dan meneladani pribadiMu.
Aku bersyukur untuk penyakitku
Aku bersyukur untuk kematian oma ku dan om ku
Aku bersyukur untuk kekecewaanku dan kesakithatianku
Aku bersyukur untuk penghinaanku karena mengikutiMu
Aku bersyukur untuk makananku
Aku bersyukur untuk uang jajanku
Aku bersyukur.......dan itu semua aku persembahkan untukMu.
Bapa, Engkau melihatku dan menjagaku ketika aku tidur.
Tapi mengapa aku malas menyapaMu untuk berpamitan dan berbicara denganMu sebelum tidur?
Bapa, Engkau menyertai setiap langkahku sehingga aku tidak jatuh lagi.
Tapi mengapa aku masih takut dan ragu akan kemampuanku?
Bapa, Engkau menciptakanku secitra denganMu,
Tapi mengapa aku sering mengganggap diriku jelek?
MAAFKAN AKU, BAPA..............
Andaiku bisa membalas semua cintaMu, kan ku serahkan seluruh hidupku untuk melayaniMu.
Untuk mencintai BundaMu, Bunda Maria. Sang Bunda Pencipta, Bunda Penebus.
Kan ku serahkan diriku kepada keluarga kudusMu.....
Sebab ku percaya, aku kudus......dan Engkau mau menerimaku masuk kedalam keluarga kudusMu..
Sebab ku percaya, Engkau menopangku dan tak pernah menolak siapa pun yang datang kepadaMu.
Sebab aku percaya, hanya Engkau lah Sang-Maharaja-Kerajaan-Damai
Ku mencintaiMu, Yesus.........
Lebih dari apapun yang ada didunia ini.
Suatu saat nanti kita akan bertemu wajah dengan wajah, disana aku akan menjadi mempelaiMu, dan hidup bersama2 denganMu dalam kasih dan damai..
Temui aku, Tuhan...
Aku menungguMu
Datanglah padaku bersama BundaMu.
Dan aku akan berkata, "Ya!!! Aku menerimaMu sepanjang hidupku".
Dari: sahabatMu
Irene
Allah Bapaku...
Setiap detik Kau memandangku, tapi ku tidak bisa memandangMu..
Ku rindu kerahimanMu,
Ku rindu bersamaMu,
Ku rindu pelukanMu
Dan ku rindu Bapa ku yang memberikan kasih paling sempurna di dunia ini..
Setiap waktu Kau memikirkanku, tapi jarang ku memikirkanMu dan datang padaMu..
Terima kasih untuk kasihMu
Terima kasih untuk kerinduanMu bersamaku
Terima kasih untuk pembelaanMu dalam hidupku
Dan terima kasih, untuk penciptaanku yang begitu ajaib.
Bapa........
Mengapa Kau memilihku untuk datang ke dunia?
Pantaskah aku menjadi serupa denganMu?
Pantaskah aku memanggil namaMu dan memohon padaMu?
Pantaskah aku menjadi anakMu?.........
Bapa,
KasihMu sepanjang masa
Terima kasih telah menjadi orang tua ku
Terima kasih telah menjadi teman2ku
Terima kasih telah menjadi dosenku
Dan terima kasih telah menjadi Ayah terbaikku
Bapa,
Aku merasa sendirian, aku merasa berbeda
Namun ku tahu, Engkau bersamaku dan menghiburku
Aku merasa dikucilkan, aku lemah.
Namun ku tahu, Engkau menguatkanku dan menemakiku
Aku merasa kotor, aku tak pantas menatap wajahMu
Namun ku tahu, Engkau mengampuniku dan menganggapku sebagai sahabatMu.
Mengapa Kau lakukan ini padaku, Bapa?
Se-berharga itu kah aku dimataMu?
Aku hanya sebutir pasir dikakiMu, tapi mengapa Engkau bersedia untuk mengubah hidupku?
Biarkan semua makhluk didunia ini menyembahMu, ya Bapa.....
Biarkan mereka mengagungkanMu....
Biarkan mereka semua bersujud dihadapanMu
Semua suku, bangsa, keturunan, agama, jiwa, pribadi dan semua orang.....
Hanya Kau yang patut disembah.
Bapa, karyaMu nyata dalam hidupku.
Terima kasih karena Engkau mau mati demi aku, sahabatMu.
Maafkan aku Bapa, aku pengecut.
Aku tak berani menyerahkan nyawaku bagi sahabat2ku, bahkan terkadang untuk berkorban saja aku sulit....
Tapi Bapa......
Ajari aku.... Ajari aku untuk lebih mengenalMu dan meneladani pribadiMu.
Aku bersyukur untuk penyakitku
Aku bersyukur untuk kematian oma ku dan om ku
Aku bersyukur untuk kekecewaanku dan kesakithatianku
Aku bersyukur untuk penghinaanku karena mengikutiMu
Aku bersyukur untuk makananku
Aku bersyukur untuk uang jajanku
Aku bersyukur.......dan itu semua aku persembahkan untukMu.
Bapa, Engkau melihatku dan menjagaku ketika aku tidur.
Tapi mengapa aku malas menyapaMu untuk berpamitan dan berbicara denganMu sebelum tidur?
Bapa, Engkau menyertai setiap langkahku sehingga aku tidak jatuh lagi.
Tapi mengapa aku masih takut dan ragu akan kemampuanku?
Bapa, Engkau menciptakanku secitra denganMu,
Tapi mengapa aku sering mengganggap diriku jelek?
MAAFKAN AKU, BAPA..............
Andaiku bisa membalas semua cintaMu, kan ku serahkan seluruh hidupku untuk melayaniMu.
Untuk mencintai BundaMu, Bunda Maria. Sang Bunda Pencipta, Bunda Penebus.
Kan ku serahkan diriku kepada keluarga kudusMu.....
Sebab ku percaya, aku kudus......dan Engkau mau menerimaku masuk kedalam keluarga kudusMu..
Sebab ku percaya, Engkau menopangku dan tak pernah menolak siapa pun yang datang kepadaMu.
Sebab aku percaya, hanya Engkau lah Sang-Maharaja-Kerajaan-Damai
Ku mencintaiMu, Yesus.........
Lebih dari apapun yang ada didunia ini.
Suatu saat nanti kita akan bertemu wajah dengan wajah, disana aku akan menjadi mempelaiMu, dan hidup bersama2 denganMu dalam kasih dan damai..
Temui aku, Tuhan...
Aku menungguMu
Datanglah padaku bersama BundaMu.
Dan aku akan berkata, "Ya!!! Aku menerimaMu sepanjang hidupku".
Dari: sahabatMu
Irene
Wednesday, October 19, 2011
Bagaimana Cara untuk Melupakan Seseorang?
percaya ga percaya, cara melupakan seseorang adalah dengan tidak melupakannya! €Seseorang itu tidak akan bisa dilupakan, sebab otak manusia terlalu hebat untuk bisa melakukannya. Ketika pikiran kita berkata, "Aku harus melupakannya demi kebaikanku nanti", tetapi mengapa setiap kali kita mengucapkan hal itu, kita semakin teringat padanya?
Menurutku, pola pikir 'melupakan' itu sangat berlawanan dengan kenyataan. "Lupain gue. Lupain semua yg ada diantara kita. Lupain semua kesalahan gue. Lupaian kenangan kita. Lupain kebaikan2 yg udah aku lakukan. Lupakan pelajaran yg tadi". Now, the question is DO YOU REALLY FORGET THEM? Semakin kita berbicara 'lupain dan lupakan', yg masuk dan tersimpan diotak kita malah objek tersebut. Benar ga? Walaupun diajak dan dipaksa untuk melupakan, tetap saja tidak bisa. Lalu, WHAT SHOULD WE DO?
firstly, just simply let it go.. and secondly, relakan saja. Biarkan orang tersebut 'pergi' dari tatapan kita, atau 'pergi' dari frekuensi hubungan. Kenapa aku tidak bilang 'pergi dari kehidupan kita'? Well, Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dilupakan oleh manusia lain. Dalam kehidupan kita yang puluhan tahun ini, melupakan seseorang itu tidak ada gunanya. Jangan juga membenci dan mengata-ngatain dia. Tuhan tidak mengajarkan kita untuk saling membenci, dan jika kamu tidak suka dengan seseorang, usahakan untuk tidak mengatakannya secara frontal. Siapa tahu nanti kamu butuh dia? Hidup kita yang...tarolah kira2 80 tahun lamanya, sebagai makhluk sosial dan individu, tentunya selalu membutuhkan seseorang entah kawan lama ataupun baru.
Kembali lagi ke topic awal, melupakan seseorang itu tiada gunanya. Berdasarkan pengalaman pribadi, NIAT untuk melupakan seseorang sudah bertahun2 tetapi selalu saja gagal. Yg terbayang malah wajahnya dan kesenangan2 serta alasan yang mendukung kenapa aku tidak harus melupakannya. Melihatnya, bersamanya, berbicara dengannya, bersenang2 bersama menjadi suatu kebiasaan yang tidak bs dilupakan, dan menurutku, KEBIASAAN HANYA BISA DIHILANGKAN DENGAN KEBIASAAN.
Contohnya: kebiasaan membeli rokok, dan ujung2nya merokok itu bisa dihilangkan dengan cara kebiasaan untuk tidak membeli rokok. Jadikan langkah awal sebagai pedoman untuk melangkah ketahap selanjutnya, yaitu memproses hal ini menjadi suatu kebiasaan. Sama seperti ketika hari ini membeli rokok, nanti sore merokok, besok membeli rokok lagi. Itu sudah menjadi suatu kebiasaan (baik disadari ataupun tidak). Dalam pembahasan tentang rokok ini hanya merupakan contoh sederhana yg muncul dalam benak saya, dan bila ada pihak yang tersindir atau merasa dibicarakan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tapi baiklah contoh ini bisa berguna bagi siapa saja untuk memulai dan menahan diri HANYA UNTUK TIDAK MEMBELI. Dengan tidak membeli, maka Anda tdk akan merokok. Cukup mudah bukan? Hanya perlu menahan diri n jadikan kebiasaan untuk tidak membeli rokok.
Contoh diatas dapat dianalogikan dengan orang lain. Bukan melupakan, tetapi jadikan sebagai kebiasaan. Saya percaya bahwa kebiasaan masih bisa diubah, dan ada baiknya kita melakukan yang mungkin serta nyata kita lakukan, bukan melupakan. Menurut saya, melupakan adalah teknik yang mempersulit diri sendiri. Relakan saja, pikir baiknya dan keuntungannya, lalu biasakan. Ya, bagi mayoritas orang, memang hal ini membutuhkan proses yang ga sebentar. Tapi, sebentar/tidaknya itu tergantung hati masing2 kita. Ketika hati kita sudah bisa merelakan dan berpikir positif dengan let him/her go, dengan mudah kita akan memperoleh ketenangan dan langkah awal tersebut lambat laun akan menjadi sebuah kebiasaan. Yakini itu dan buat itu menjadi mind set kita. Jadi, bagaimana cara untuk melupakan seseorang? ;;)
Terima kasih..
emoga bermanfaat buat para pembaca, dan....untuk diriku sendiri ☺
With love,
Irene Ariani
Menurutku, pola pikir 'melupakan' itu sangat berlawanan dengan kenyataan. "Lupain gue. Lupain semua yg ada diantara kita. Lupain semua kesalahan gue. Lupaian kenangan kita. Lupain kebaikan2 yg udah aku lakukan. Lupakan pelajaran yg tadi". Now, the question is DO YOU REALLY FORGET THEM? Semakin kita berbicara 'lupain dan lupakan', yg masuk dan tersimpan diotak kita malah objek tersebut. Benar ga? Walaupun diajak dan dipaksa untuk melupakan, tetap saja tidak bisa. Lalu, WHAT SHOULD WE DO?
firstly, just simply let it go.. and secondly, relakan saja. Biarkan orang tersebut 'pergi' dari tatapan kita, atau 'pergi' dari frekuensi hubungan. Kenapa aku tidak bilang 'pergi dari kehidupan kita'? Well, Tuhan menciptakan manusia bukan untuk dilupakan oleh manusia lain. Dalam kehidupan kita yang puluhan tahun ini, melupakan seseorang itu tidak ada gunanya. Jangan juga membenci dan mengata-ngatain dia. Tuhan tidak mengajarkan kita untuk saling membenci, dan jika kamu tidak suka dengan seseorang, usahakan untuk tidak mengatakannya secara frontal. Siapa tahu nanti kamu butuh dia? Hidup kita yang...tarolah kira2 80 tahun lamanya, sebagai makhluk sosial dan individu, tentunya selalu membutuhkan seseorang entah kawan lama ataupun baru.
Kembali lagi ke topic awal, melupakan seseorang itu tiada gunanya. Berdasarkan pengalaman pribadi, NIAT untuk melupakan seseorang sudah bertahun2 tetapi selalu saja gagal. Yg terbayang malah wajahnya dan kesenangan2 serta alasan yang mendukung kenapa aku tidak harus melupakannya. Melihatnya, bersamanya, berbicara dengannya, bersenang2 bersama menjadi suatu kebiasaan yang tidak bs dilupakan, dan menurutku, KEBIASAAN HANYA BISA DIHILANGKAN DENGAN KEBIASAAN.
Contohnya: kebiasaan membeli rokok, dan ujung2nya merokok itu bisa dihilangkan dengan cara kebiasaan untuk tidak membeli rokok. Jadikan langkah awal sebagai pedoman untuk melangkah ketahap selanjutnya, yaitu memproses hal ini menjadi suatu kebiasaan. Sama seperti ketika hari ini membeli rokok, nanti sore merokok, besok membeli rokok lagi. Itu sudah menjadi suatu kebiasaan (baik disadari ataupun tidak). Dalam pembahasan tentang rokok ini hanya merupakan contoh sederhana yg muncul dalam benak saya, dan bila ada pihak yang tersindir atau merasa dibicarakan, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tapi baiklah contoh ini bisa berguna bagi siapa saja untuk memulai dan menahan diri HANYA UNTUK TIDAK MEMBELI. Dengan tidak membeli, maka Anda tdk akan merokok. Cukup mudah bukan? Hanya perlu menahan diri n jadikan kebiasaan untuk tidak membeli rokok.
Contoh diatas dapat dianalogikan dengan orang lain. Bukan melupakan, tetapi jadikan sebagai kebiasaan. Saya percaya bahwa kebiasaan masih bisa diubah, dan ada baiknya kita melakukan yang mungkin serta nyata kita lakukan, bukan melupakan. Menurut saya, melupakan adalah teknik yang mempersulit diri sendiri. Relakan saja, pikir baiknya dan keuntungannya, lalu biasakan. Ya, bagi mayoritas orang, memang hal ini membutuhkan proses yang ga sebentar. Tapi, sebentar/tidaknya itu tergantung hati masing2 kita. Ketika hati kita sudah bisa merelakan dan berpikir positif dengan let him/her go, dengan mudah kita akan memperoleh ketenangan dan langkah awal tersebut lambat laun akan menjadi sebuah kebiasaan. Yakini itu dan buat itu menjadi mind set kita. Jadi, bagaimana cara untuk melupakan seseorang? ;;)
Terima kasih..
emoga bermanfaat buat para pembaca, dan....untuk diriku sendiri ☺
With love,
Irene Ariani
Labels:
cara berhenti merokok,
cinta,
hati,
kebiasaan,
melupakan seseorang,
merelakan
Thursday, October 13, 2011
Curhat
Sepi. Sendiri. Takut.
Ini yang gw rasakan sekarang. Entah mengapa, tapi udah semenjak lama gw gak merasakan ketiga hal itu. Apakah ada yg salah dengan gw? Atau dengan lingkungan gw? Gw sedih, marah, kecewa, gw pengen makan orang, pengen maki-maki, mukul sampe gw puas. Gw tau sekarang gw lagi emosi dan gw lg mengikuti permainan emosi yang ada dalam diri gw tanpa bisa gw mengendalikan diri. Gw lemah. Ya, gw ga berpikiran panjang dan tentu saja hal ini merugikan gw. Tanpa alasan, tanpa sebab, gw marah, gw nangis, gw emosi, ini apa sebenarnya? Apa yg membuat gw seperti ini? Gw capek dikendalikan sama diri gw sendiri. Capek hati, capek pikiran, capek otak, capek gw!!!!! Capek!
Gw sadar disaat2 kyk gini gw bisa merusak semua benda2 yg ada. Gw bs banting barang apapun yg gw mau. Tp, gw lg kesel sekarang. Apa gw terlalu berharap makanya gw kecewa?
Sebut saja R, gw capek berurusan sama dia. Sejujurnya, gw merasa dia ga syg lg sama gw. Gw mungkin berubah, tp gw mau mendapatkan yg terbaik buat gw. Gw gak mau bertahan pada perasaan yg ga jelas, yg bikin gw sakit hati karena gw banyak berharap. Percuma. Dia pun berubah, dia bukan R yg dulu lg. Dia bukan superman gw lg yg gw butuh, dia langsung dateng. Oke gw ga penting bernostalgia kayak gini. Toh gw bukan siapa2 dia lg. Gw gamau punya perasaan ke dia lg. Seiring berjalannya waktu juga nanti perasaan gw akan hilang. Mungkin ya, sekarang memang sudah berkurang. Begitu pula dia yg begitu mudahnya menghilangkan gw. Gw udah ga mau ungkit2 kesalahan dia lg dan keburukan gw dimasa lalu. Cukup sudah semua. Sebenarnya gw mau peduli, gw mau tau apa dia makin tambah parah/ga setelah ga ada gw lg disisinya. Apa dia berubah n sadar. Apa dia udah dpt yg lebih baik drpd gw. Gw capek bertanya hal ini terus dalam hati gw. Tp, apa perlu gw tau kabar dia?
Ga, sepertinya nggak. Sepertinya jg dia udah ga butuh tau kabar gw lg. Ketika nanti gw temukan pengganti dia, gw harap dia tersenyum. Tp bagaimana dgn gw? Yeah, dia ga perlu lihat senyuman gw karena dia ga butuh itu. Gw merasa dia ga bs mengerti gw lg, apa yg gw inginkan, apa yg gw harapkan dan apa yg gw mau, dia bahkan udah ga peduli lg.
Sakit hati.
Gw mau marah sm diri gw sendiri. Knapa sih gw kyk gini. Dia berhasil buat gw sakit hati.
Dear R,
Ini yang gw rasakan sekarang. Entah mengapa, tapi udah semenjak lama gw gak merasakan ketiga hal itu. Apakah ada yg salah dengan gw? Atau dengan lingkungan gw? Gw sedih, marah, kecewa, gw pengen makan orang, pengen maki-maki, mukul sampe gw puas. Gw tau sekarang gw lagi emosi dan gw lg mengikuti permainan emosi yang ada dalam diri gw tanpa bisa gw mengendalikan diri. Gw lemah. Ya, gw ga berpikiran panjang dan tentu saja hal ini merugikan gw. Tanpa alasan, tanpa sebab, gw marah, gw nangis, gw emosi, ini apa sebenarnya? Apa yg membuat gw seperti ini? Gw capek dikendalikan sama diri gw sendiri. Capek hati, capek pikiran, capek otak, capek gw!!!!! Capek!
Gw sadar disaat2 kyk gini gw bisa merusak semua benda2 yg ada. Gw bs banting barang apapun yg gw mau. Tp, gw lg kesel sekarang. Apa gw terlalu berharap makanya gw kecewa?
Sebut saja R, gw capek berurusan sama dia. Sejujurnya, gw merasa dia ga syg lg sama gw. Gw mungkin berubah, tp gw mau mendapatkan yg terbaik buat gw. Gw gak mau bertahan pada perasaan yg ga jelas, yg bikin gw sakit hati karena gw banyak berharap. Percuma. Dia pun berubah, dia bukan R yg dulu lg. Dia bukan superman gw lg yg gw butuh, dia langsung dateng. Oke gw ga penting bernostalgia kayak gini. Toh gw bukan siapa2 dia lg. Gw gamau punya perasaan ke dia lg. Seiring berjalannya waktu juga nanti perasaan gw akan hilang. Mungkin ya, sekarang memang sudah berkurang. Begitu pula dia yg begitu mudahnya menghilangkan gw. Gw udah ga mau ungkit2 kesalahan dia lg dan keburukan gw dimasa lalu. Cukup sudah semua. Sebenarnya gw mau peduli, gw mau tau apa dia makin tambah parah/ga setelah ga ada gw lg disisinya. Apa dia berubah n sadar. Apa dia udah dpt yg lebih baik drpd gw. Gw capek bertanya hal ini terus dalam hati gw. Tp, apa perlu gw tau kabar dia?
Ga, sepertinya nggak. Sepertinya jg dia udah ga butuh tau kabar gw lg. Ketika nanti gw temukan pengganti dia, gw harap dia tersenyum. Tp bagaimana dgn gw? Yeah, dia ga perlu lihat senyuman gw karena dia ga butuh itu. Gw merasa dia ga bs mengerti gw lg, apa yg gw inginkan, apa yg gw harapkan dan apa yg gw mau, dia bahkan udah ga peduli lg.
Sakit hati.
Gw mau marah sm diri gw sendiri. Knapa sih gw kyk gini. Dia berhasil buat gw sakit hati.
Dear R,
sekarang mungkin lo gatau apa yg gw rasakan, sebab lo gatau apa makna dari tiap kata yg gw lontarkan. Lo pun gatau terkadang apa yang gw katakan adalah hal yg bukan gw rasa. Gw ga menuntut lo untuk tau. Gw hanya ingin lo mengerti gw. Gw diam, bukan berarti gw ga sayang. Gw cerewet, bukan berarti gw sayang. Yg tau hati gw ya cuma gw. Ya, emang masih ada sedikit ruangan utk lo dalam hati gw, tapi........jgn salahkan gw klo gw kasi 3/4 kepingan hati gw untuk diri gw sendiri sebagai hadiah. Gw akan simpan hati gw untuk seseorang yg nantinya akan ngejaga gw. Gw sedih itu bukan lo, tp gw tau lo seneng kok sm kehidupan baru lo skg. Jadi, entah gw emosi, sendiri, sepi, kosong, labil, atau apapun, gw akan tetep fight sm perasaan gw yg ga jelas ini. Perasaan apa? Gw pun gatau perasaan apa dan kepada siapa. Gw gak mau kepikiran lo terus. Gamau!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Gw benci harus mikir tentang lo. Gw benci harus tau kabar lo, dan gw benci gw harus bertemu lo. Gw benci!!!!!!!!!!!!!!!!
Gw broken heart pun, itu urusan gw. Ok. Lo diemin gw, itu bagus. Smakin mudah utk gw melupakan lo. Gw gamau benci lo. Tp tolong jgn biarin hati gw sakit lg.
Thanks for being part of my life.
Gw broken heart pun, itu urusan gw. Ok. Lo diemin gw, itu bagus. Smakin mudah utk gw melupakan lo. Gw gamau benci lo. Tp tolong jgn biarin hati gw sakit lg.
Thanks for being part of my life.
Friday, October 7, 2011
Tugas Utama Seorang Pelajar adalah Belajar
Pada dasarnya, kegiatan belajar adalah suatu kegiatan yang wajib dilaksanakan kepada setiap orang agar tercipta sumber daya yang berkualitas dan berperilaku baik terhadap kemajuan bangsa. Dihadapkan pada tantangan dan kemajuan teknologi yang berkembang pesat didunia, belajar adalah salah satu cara untuk menjembatani dan memfasilitasi setiap orang dalam berkembang mengikuti tuntutan zaman. Berbicara tentang belajar, kita pasti mengalami fase dimana kita menuntut ilmu, mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Dalam masa-masa sekarang ini, seorang pelajar dituntut untuk dapat menguasai materi akademis dan mempunyai banyak pengalaman dalam bidang non-akademis. Hal ini sangat menarik karena negara kita ada ditangan para pejuang muda, yaitu para pelajar, dimana seorang pelajar diharapkan untuk dapat melakukan dan menemukan hal-hal baru dengan mengaplikasikan ilmu yang digali, didalam kehidupan sehari-hari.
Semua pelajar harus giat belajar. Terhitung mulai detik ini, kesadaran untuk belajar harus selalu ditingkatkan, ditambah frekuensinya, dan dilakukan secara kontinu. Giat dalam belajar berarti mampu untuk mempertahankan dan mengahadapi godaan yang menghalangi dalam proses belajar. Harus belajar diartikan sebagai suatu kewajiban yang mutlak dan dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat untuk mengusahakannya agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Kita adalah pelajar. Kita diarahkan untuk menjadi seorang yang berhasil dalam hal akademis maupun non-akademis, dan membangun negara ini menjadi negara yang sejahtera dengan masyarakat yang berperilaku baik. Sebagai seorang pelajar, kita juga tidak akan pernah lepas dalam berusaha untuk mencapai tujuan kita yang berorientasi kedepan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan kita itu yang akan menjadi pedoman bagi kita untuk selalu berpikir maju, kritis, dan bertanggung jawab sebagai seorang pelajar.
Berbagai macam tujuan yang telah kita tetapkan akan dapat diraih dengan mudah jika kita mempunyai tekat yang kuat. Oleh karena itu, kita harus giat belajar untuk mencapai semua mimpi dan tujuan kita menjadi nyata. Bukanlah hal yang mustahil untuk menjadi seorang yang giat belajar. Kita hidup untuk belajar dan harus melaksanakan kewajiban kita itu dengan penuh tanggung jawab. Ada pepatah berkata “we are the agent of change”, menurut saya, pepatah ini sangat berlaku bagi semua orang, khususnya para pelajar. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dan perubahan yang bermanfaat, harus dimulai dari dalam diri sendiri, yaitu giat belajar dan terus berjuang
Dalam belajar, ilmu yang dipelajari bukan hanya sebatas ilmu pengetahuan alam ataupun sosial saja. Belajar tata karma yang baik, menghadapi tantangan dengan kuat, berdisiplin tinggi dan mencari jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada tentunya dapat mempengaruhi perkembangan diri setiap orang. Kegiatan belajar ini harus didasari oleh rasa tanggung jawab dan tuntutan untuk berhasil sebagai motivasi yang akan terus berlaku dalam proses belajar. Belajar itu sangat terkait dengan tindakan perjuangan, berjuang untuk memperoleh yang terbaik dengan hasil keringat sendiri, dan membiarkan masyarakat merasakan betapa pentingnya menjadi sesorang yang berpendidikan dan berkualitas tinggi.
Semua pelajar harus giat belajar. Terhitung mulai detik ini, kesadaran untuk belajar harus selalu ditingkatkan, ditambah frekuensinya, dan dilakukan secara kontinu. Giat dalam belajar berarti mampu untuk mempertahankan dan mengahadapi godaan yang menghalangi dalam proses belajar. Harus belajar diartikan sebagai suatu kewajiban yang mutlak dan dibutuhkan sebuah komitmen yang kuat untuk mengusahakannya agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama.
Kita adalah pelajar. Kita diarahkan untuk menjadi seorang yang berhasil dalam hal akademis maupun non-akademis, dan membangun negara ini menjadi negara yang sejahtera dengan masyarakat yang berperilaku baik. Sebagai seorang pelajar, kita juga tidak akan pernah lepas dalam berusaha untuk mencapai tujuan kita yang berorientasi kedepan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan kita itu yang akan menjadi pedoman bagi kita untuk selalu berpikir maju, kritis, dan bertanggung jawab sebagai seorang pelajar.
Berbagai macam tujuan yang telah kita tetapkan akan dapat diraih dengan mudah jika kita mempunyai tekat yang kuat. Oleh karena itu, kita harus giat belajar untuk mencapai semua mimpi dan tujuan kita menjadi nyata. Bukanlah hal yang mustahil untuk menjadi seorang yang giat belajar. Kita hidup untuk belajar dan harus melaksanakan kewajiban kita itu dengan penuh tanggung jawab. Ada pepatah berkata “we are the agent of change”, menurut saya, pepatah ini sangat berlaku bagi semua orang, khususnya para pelajar. Untuk memperoleh hasil yang maksimal dan perubahan yang bermanfaat, harus dimulai dari dalam diri sendiri, yaitu giat belajar dan terus berjuang
Dalam belajar, ilmu yang dipelajari bukan hanya sebatas ilmu pengetahuan alam ataupun sosial saja. Belajar tata karma yang baik, menghadapi tantangan dengan kuat, berdisiplin tinggi dan mencari jalan keluar untuk setiap permasalahan yang ada tentunya dapat mempengaruhi perkembangan diri setiap orang. Kegiatan belajar ini harus didasari oleh rasa tanggung jawab dan tuntutan untuk berhasil sebagai motivasi yang akan terus berlaku dalam proses belajar. Belajar itu sangat terkait dengan tindakan perjuangan, berjuang untuk memperoleh yang terbaik dengan hasil keringat sendiri, dan membiarkan masyarakat merasakan betapa pentingnya menjadi sesorang yang berpendidikan dan berkualitas tinggi.
Subscribe to:
Posts (Atom)
